Sistem Pengadaan secara Elektronik

Sistem Pengadaan secara Elektronik atau sering kita dengar dengan SPSE merupakan aplikasi e-procurement yang dikembangkan atau diterapkan oleh LKPP untuk dilaksanakan oleh instansi-instansi pemerintah di seluruh Indonesia. Instansi pemerintah di Indonesia sangat beraneka ragam begitu pula dengan anggaran yang mereka miliki. Ada instansi daerah yang memiliki anggaran besar dan ada pula yang kecil untuk per tahun. Kondisi ini menjadi pertimbangan LKPP dalam mengembangkan sistem e-procurement SPSE.

SPSE dikembangkan dengan semangat free license. Instansi dengan anggaran yang terbatas tetap dapat menerapkan SPSE karena tidak diperlukan biaya lisensi kecuali pembelian server dan sewa akses internet. SPSE dikembangkan menggunakan Java dan database PostgreSQL sehingga dapat berjalan di Platform Linux. SPSE dikembangkan sejak tahun 2006 dengan mengacu business process yang tertuang pada Kepres nomor 80 tahun 2003 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah dan sekarang telah keluar Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah beserta perubahannya yaitu Perpres 70 tahun 2012

Dalam mengembangkan Sistem Pengadaan secara Elektronik (SPSE), LKPP melibatkan instansi-instansi terkait yaitu Lembaga Sandi Negara dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan(BPKP). Lembaga Sandi Negara mengembangkan Aplikasi Pengaman Dokumen (APENDO). Dokumen penawaran dari peserta lelang di-enkripsi dan di-dekripsi menggunakan Aplikasi Pengaman Dokumen (APENDO). Sub sistem e-audit dikembangkan bekerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan yang memungkinkan Sistem Pengadaan secara Elektronik (SPSE) mengeluarkan informasi detail tentang proses lelang untuk keperluan audit.

12 Terima Kasih Atas Kunjungannya di Web Shama Kheme Profil Company